23 TIPS HIDUP DAMAI & BAHAGIA:
1. Jangan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
2. Jangan berpikiran negatif terhadap orang lain.
3. Jangan mengejek atau merendahkan orang lain.
4. Jangan melakukan hal dengan emosi.
5. Jangan suka bergosip hal yang tidak penting.
6. Senantiasa mengucap syukur dalam keadaan suka & duka.
7. Jangan suka mengeluh.
8. Yang lalu, biarlah berlalu jangan diungkit-ungkit.
9. Jangan membenci.
10. Sadari bahwa kebahagiaan berawal dari diri sendiri.
11. Sadari bahwa hidup adalah proses pembelajaran.
12. Perbanyak senyum & tertawa.
13. Jangan suka ngotot.
14. Selalulah berkomunikasi kepada orang yang disayang.
15. Yakinlah Setiap hari adalah hari yg baik.
16. Maafkan semua orang.
17. Luangkan waktu untuk orang tua & hormati.
18. Usahakan membuat orang lain tersenyum.
19. Jangan mencampuri urusan orang lain.
20. Beri perhatian terhadap keluarga.
21. Hargailah orang yg mengasihimu & menyayangimu.
22. Jika liat orang susah, harus saling tolong menolong.
23. Yang terakhir paling penting adalah kesabaran.
Friday, September 14, 2012
Thursday, September 06, 2012
Berani, penakut
Sebetulnya, masalah utama kita bukanlah kesulitan hidup, tapi kesulitan memberanikan diri.
Seandainya saja kita lebih berani, akan lebih banyak yang kita coba, dan logisnya – akan semakin banyak yang kita hasilkan.
Lebih baik berani mencoba – dan kemudian mengalami kegagalan, dan kemudian mencoba lagi, daripada berani untuk takut dan mengerdil dalam tiadanya perubahan.
Lucu ya?
Keberanian membutuhkan keberanian, seperti untuk ketakutan – orang memilih berani menjadi penakut.
Seandainya saja kita lebih berani, akan lebih banyak yang kita coba, dan logisnya – akan semakin banyak yang kita hasilkan.
Lebih baik berani mencoba – dan kemudian mengalami kegagalan, dan kemudian mencoba lagi, daripada berani untuk takut dan mengerdil dalam tiadanya perubahan.
Lucu ya?
Keberanian membutuhkan keberanian, seperti untuk ketakutan – orang memilih berani menjadi penakut.
Wednesday, September 05, 2012
Gemuk vs buah
Ghiboo.com - Huff, capek menurunkan berat badan? Padahal kelebihan berat badanbisa memicu berbagai masalah kesehatan. Nah, coba deh mengonsumsi buah persik, plum dan nektarin yang dipercaya melawan obesitas.
Ketiga buah ini merupakan buah-buahan segar yang baik untuk dikonsumsi. Penelitian terbaru oleh Texas AgriLife Research menemukan, senyawa bioaktif dalam ketiga buah itu bisa melawan obesitas terkait diabetes dan penyakit jantung.
Menurut Dr Luis Cisneros-Zevallos, ilmuwan makanan Agrilife Research, senyawa dalam ketiga buah itu bisa menjadi senjata dalam melawan sindrom metabolik dimana obesitas dan peradangan memicu berbagai masalah kesehatan serius.
"Riset kami menunjukkan bahwa buah berbiji keras, seperti persik, plum dan nektarin memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi melawan sindrom ini," jelas Cisneros-Zevallos.
Cisneros-Zevallos menjelaskan bahwa senyawa fenolik (senyawa antioksidan yang banyak terkandung dalam tanaman) yang terkandung dalam buah ini bekerja sebagai anti-obesitas, anti-inflamasi dan anti-diabetes pada barisan sel-sel berbeda dan juga mengurangi oksidasi kolesterol jahat yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa empat kelompok fenolin utama -anthocyanin, asam clorogenic, quercetin dan catechin derivatif - bekerja pada sel berbeda, seperti sel lemak, makrofag dan sel endotel pembuluh darah," ungkap Give Obesity.
Sebelum makan, BUAH
Lihat Foto
Photo by: http://gethealthinformations.com
Buah itu pencuci mulut atau makanan pembuka? Bagi banyak orang di Indonesia, buah kerap diposisikan sebagai pencuci mulut yang disantap setelah mengonsumsi hidangan utama atau makan berat. Padahal, jauh lebih baik jika buah dikonsumsi sebelumnya.
Pada prinsipnya memang, kata ahli gizi Christine Natalie, buah hanyalah pelengkap dalam menu makanan. Mau disantap sebelum atau sesudah, buah tetap memberikan manfaat bagi kesehatan.
“Kalau dikonsumsinya setelah makan (utama), sebenarnya baik juga. Sebab kandungan air dalam buah dapat membersihkan alat pencernaan, mulai dari mulut, tenggorokan, hingga usus,” ujarnya.
Kendati demikian, Christine mengingatkan, jika setelah makan jadi pilihan waktu untuk mengonsumsi buah-buahan, tentu tidak bisa segera dilakukan. Sebab momentum yang baik adalah tiga jam setelah santapan utama tuntas masuk perut.
Hal ini dilakukan dengan tujuan mengosongkan lambung telebih dahulu. Selain itu, agar makanan yang sudah masuk bisa dicerna dengan sempurna, karena fungsi buah saat itu adalah pembersih alat pencernaan.
Yang berkembang di Indonesia, diakui Christine, memang menempatkan buah sebagai pencuci mulut. Banyak orang justru mengonsumsi buah setelah makan besar. Bagaimana hal itu bisa terjadi? “Sebenarnya hanya pemikiran orang-orang dulu,” ujarnya.
Selain itu, posisi buah juga “ditasbihkah” untuk dikonsumsi setelah makan, karena dalam menu pun diposisikan seperti itu juga. Mengenai sebutannya sebagai pencuci mulut, Christine menuturkan, ‘stempel’ itu melekat lantaran kandungan air dalam buah cukup tinggi.
Namun dia mengakui, walaupun dikonsumsi sesudah makan, buah yang masuk tidak akan memberikan pengaruh negatif apa pun. Kecuali, tentu saja membuat tambah kenyang.
Dia menyarankan sebaiknya buah dikonsumsi sebelum makan utama, bukan sesudahnya. Alasannya, kandungan zat gizi dalam buah dapat lebih banyak terserap oleh tubuh secara maksimal. “Ini juga bagus bagi orang yang sedang melakukan diet,” ungkapnya.
Christine menambahkan, jika dikonsumsi pada pagi hari, hasilnya pun akan sangat baik, yakni mampu meningkatkan kadar gula darah. Jadi, beberapa saat setelah bangun tidur, menjadi waktu yang sangat baik untuk mengonsumsi buah. “Sebab saat itu lambung masih dalam keadaan kosong,” ujar Christine, memberikan alasan.
Bagi dia, semua buah bisa dikonsumsi dan memberikan pengaruh baik bagi kesehatan. Tidak ada pantangan waktu, kapan saja bisa dikonsumsi.
Christine hanya mengingatkan porsi buah yang dikonsumsi. Kalau mau komplit, setiap hari buah yang dikonsumsi sebaiknya terdiri dari lima jenis. Setiap satu macam, cukup 100 gram.
“Tunggu 15 menit, setelah itu kita sudah bisa konsumsi menu utama (makan besar),” terangnya.
Pada prinsipnya memang, kata ahli gizi Christine Natalie, buah hanyalah pelengkap dalam menu makanan. Mau disantap sebelum atau sesudah, buah tetap memberikan manfaat bagi kesehatan.
“Kalau dikonsumsinya setelah makan (utama), sebenarnya baik juga. Sebab kandungan air dalam buah dapat membersihkan alat pencernaan, mulai dari mulut, tenggorokan, hingga usus,” ujarnya.
Kendati demikian, Christine mengingatkan, jika setelah makan jadi pilihan waktu untuk mengonsumsi buah-buahan, tentu tidak bisa segera dilakukan. Sebab momentum yang baik adalah tiga jam setelah santapan utama tuntas masuk perut.
Hal ini dilakukan dengan tujuan mengosongkan lambung telebih dahulu. Selain itu, agar makanan yang sudah masuk bisa dicerna dengan sempurna, karena fungsi buah saat itu adalah pembersih alat pencernaan.
Yang berkembang di Indonesia, diakui Christine, memang menempatkan buah sebagai pencuci mulut. Banyak orang justru mengonsumsi buah setelah makan besar. Bagaimana hal itu bisa terjadi? “Sebenarnya hanya pemikiran orang-orang dulu,” ujarnya.
Selain itu, posisi buah juga “ditasbihkah” untuk dikonsumsi setelah makan, karena dalam menu pun diposisikan seperti itu juga. Mengenai sebutannya sebagai pencuci mulut, Christine menuturkan, ‘stempel’ itu melekat lantaran kandungan air dalam buah cukup tinggi.
Namun dia mengakui, walaupun dikonsumsi sesudah makan, buah yang masuk tidak akan memberikan pengaruh negatif apa pun. Kecuali, tentu saja membuat tambah kenyang.
Dia menyarankan sebaiknya buah dikonsumsi sebelum makan utama, bukan sesudahnya. Alasannya, kandungan zat gizi dalam buah dapat lebih banyak terserap oleh tubuh secara maksimal. “Ini juga bagus bagi orang yang sedang melakukan diet,” ungkapnya.
Christine menambahkan, jika dikonsumsi pada pagi hari, hasilnya pun akan sangat baik, yakni mampu meningkatkan kadar gula darah. Jadi, beberapa saat setelah bangun tidur, menjadi waktu yang sangat baik untuk mengonsumsi buah. “Sebab saat itu lambung masih dalam keadaan kosong,” ujar Christine, memberikan alasan.
Bagi dia, semua buah bisa dikonsumsi dan memberikan pengaruh baik bagi kesehatan. Tidak ada pantangan waktu, kapan saja bisa dikonsumsi.
Christine hanya mengingatkan porsi buah yang dikonsumsi. Kalau mau komplit, setiap hari buah yang dikonsumsi sebaiknya terdiri dari lima jenis. Setiap satu macam, cukup 100 gram.
“Tunggu 15 menit, setelah itu kita sudah bisa konsumsi menu utama (makan besar),” terangnya.
Tips tumit pecah2
Pertama-tama yang perlu dicek adalah apakah permasalahan tersebut timbul dari sekedar kulit kering saja. Kondisi kulit kering pada kaki bisa disebabkan oleh kebiasaan memakai sandal terbuka sehingga kulit terekspos udara dan sinar matahari, atau memang udara yang sangat panas di tempat tinggal Anda.
Kekeringan kulit juga bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti penyakit diabetes yang menjadikan kulit cenderung kering atau kondisi medis kulit seperti psoriasis. Hal ini bisa dicek dengan dokter ahli kulit.
Tapi sebelum berkonsultasi dengan dokter kulit, bisa mencoba beberapa langkah di bawah ini.
1. Buang bagian kulit kering yang sudah tidak sehat lagi. Sebelum tidur, coba rendam kaki di air hangat selama 15 – 20 menit. Kemudian lakukan eksfoliasi atau pengelupasan menggunakan scrub untuk mengangkat sel kulit mati dan kering pada area kaki. Hati-hati pada bagian yang sudah luka, apalagi berdarah. Lebih baik menghindari bagian tersebut.
2. Scrub untuk kaki bisa dengan mudah didapatkan di bagian perawatan kulit di supermarket. Tetapi, untuk mengangkat kulit mati bisa juga menggunakan batu apung yang dikenal sebagai alat ampuh untuk melakukan tugas tersebut. Gosokkan pelan-pelan saja, ya. Jangan khawatir, kulit mati akan tetap terangkat meski gosokannya pelan.
Ramuan lainnya yang saya suka adalah campuran gula pasir yang bisa dibuat dengan mudah. Karena kulit kamu masih sensitif, campurkan ½-1 sendok minyak zaitun dan 2 sendok gula pasir (pilih gula kasar dan bukan gula pasir halus). Apabila kondisi kulit sudah membaik, bisa mencoba campuran lemon dan gula pasir sebagai scrub, karena lemon diketahui sebagai kandungan yang baik untuk membantu eksfoliasi kulit. Resep ramuannya bisa dilihat di artikel berikut: http://fashionesedaily.com/blog/2011/08/16/home-made-coffee-lemon-scrub/.
3. Selalu gunakan pelembab untuk kaki setelah mandi dan sedikitnya dua kali sekali. Untuk malam hari, lebih baik menggunakan pelembab yang lebih pekat sehingga memberikan kelembapan lebih. Pelembab yang lebih pekat teksturnya biasanya akan menyebabkan kaki kita mudah berkeringat karena pada malam hari kita tidur dan tidak beraktivitas, jadi ini adalah saat yang paling tepat.
Saya sarankan untuk menggunakan minyak zaitun, body butter, atau pada saat yang sedang kering seperti saat sekarang ini bisa menggunakan petroleum jelly. Aplikasikan sebelum tidur dan gunakan kaus kaki pada saat tidur untuk menjaga kelembaban tetap ‘terjebak’ di dalam area kaki. Biasanya, kaki kita akan langsung terasa lembut di saat kita bangun di pagi hari.
Kekeringan kulit juga bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti penyakit diabetes yang menjadikan kulit cenderung kering atau kondisi medis kulit seperti psoriasis. Hal ini bisa dicek dengan dokter ahli kulit.
Tapi sebelum berkonsultasi dengan dokter kulit, bisa mencoba beberapa langkah di bawah ini.
1. Buang bagian kulit kering yang sudah tidak sehat lagi. Sebelum tidur, coba rendam kaki di air hangat selama 15 – 20 menit. Kemudian lakukan eksfoliasi atau pengelupasan menggunakan scrub untuk mengangkat sel kulit mati dan kering pada area kaki. Hati-hati pada bagian yang sudah luka, apalagi berdarah. Lebih baik menghindari bagian tersebut.
2. Scrub untuk kaki bisa dengan mudah didapatkan di bagian perawatan kulit di supermarket. Tetapi, untuk mengangkat kulit mati bisa juga menggunakan batu apung yang dikenal sebagai alat ampuh untuk melakukan tugas tersebut. Gosokkan pelan-pelan saja, ya. Jangan khawatir, kulit mati akan tetap terangkat meski gosokannya pelan.
Ramuan lainnya yang saya suka adalah campuran gula pasir yang bisa dibuat dengan mudah. Karena kulit kamu masih sensitif, campurkan ½-1 sendok minyak zaitun dan 2 sendok gula pasir (pilih gula kasar dan bukan gula pasir halus). Apabila kondisi kulit sudah membaik, bisa mencoba campuran lemon dan gula pasir sebagai scrub, karena lemon diketahui sebagai kandungan yang baik untuk membantu eksfoliasi kulit. Resep ramuannya bisa dilihat di artikel berikut: http://fashionesedaily.com/blog/2011/08/16/home-made-coffee-lemon-scrub/.
3. Selalu gunakan pelembab untuk kaki setelah mandi dan sedikitnya dua kali sekali. Untuk malam hari, lebih baik menggunakan pelembab yang lebih pekat sehingga memberikan kelembapan lebih. Pelembab yang lebih pekat teksturnya biasanya akan menyebabkan kaki kita mudah berkeringat karena pada malam hari kita tidur dan tidak beraktivitas, jadi ini adalah saat yang paling tepat.
Saya sarankan untuk menggunakan minyak zaitun, body butter, atau pada saat yang sedang kering seperti saat sekarang ini bisa menggunakan petroleum jelly. Aplikasikan sebelum tidur dan gunakan kaus kaki pada saat tidur untuk menjaga kelembaban tetap ‘terjebak’ di dalam area kaki. Biasanya, kaki kita akan langsung terasa lembut di saat kita bangun di pagi hari.
Subscribe to:
Posts (Atom)