Showing posts with label Financial. Show all posts
Showing posts with label Financial. Show all posts

Tuesday, June 18, 2013

Trik Cerdas Menghemat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gajian memang selalu ditunggu-tunggu. Biasanya, langsung terbayang berbagai tagihan yang sudah menunggu dan harus dibayar. Alasan itulah yang biasanya membuat Anda jadi berpikir ulang untuk menghabiskan gaji bulanan. Bagaimana mungkin kita bisa menghabiskan gaji bulanan, sementara kita takut uang tersebut tidak cukup bagi keluarga?
Anda tidak akan diminta untuk menghabiskan gaji untuk hura-hura, melainkan untuk masa depan yang cerah. Ya, tentunya gaji Anda harus dihabiskan sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga. Salah satu upayanya, dalam membagi gaji bulanan, adalah cermat memilah kebutuhan.
Seorang perencana keuangan Indonesia, Ahmad Gozali, berbagi pada untuk membuat budgeting gaji bulanan agar habis tanpa harus menyesal. Berikut pembagiannya:

* Pos Sosial
Coba sisihkan gaji bulanan Anda minimal sebesar 2,5 persen  untuk zakat dan maksimal 10 persen  untuk amal dan kegiatan sosial lainnya. Pos sosial ini dapat digunakan untuk membantu orang di sekeliling Anda. Misalnya, ada kerabat yang sakit, atau Anda harus membeli kado pernikahan teman Anda.

Dengan membuat pos sosial, biaya untuk kegiatan tersebut tak akan mengganggu pengeluaran rutin Anda. Bayangkan jika dalam sebulan ada empat teman yang menikah? Pasti membutuhkan biaya besar, kan.

* Pos Utang
Utang adalah salah satu pengeluaran dengan skala prioritas tinggi. Sebelum Anda membelanjakan gaji untuk hiburan atau gaya hidup, ada baiknya bayarlah hutang Anda terlebih dahulu. Poskan 30 persen  gaji bulanan Anda pada pos hutang ini, agar nantinya tidak berbunga dan hutang Anda semakin bertambah.

Buatlah daftar tagihan yang biasa Anda terima setiap bulan. Mulai dari kartu kredit, cicilan rumah, mobil dan sebagainya. Lalu sesuaikan dengan 30 persen pendapatan Anda. Dari perhitungan tadi,  berpikir ulang sebelum membeli sesuatu dengan berhutang.
* Pos Masa Depan dan Biaya Hidup
Setelah ketiga pos dengan skala prioritas utama sudah dialokasikan,  gaji bulanan Anda kepada pos yang sifatnya fleksibel atau dapat diutak-atik sesuai dengan kebutuhan. Masukkan 40 persen  dari gaji bulanan Anda untuk belanja kebutuhan sehari-hari seperti makanan, listrik, internet, telepon, rumah, bayar sekolah anak, transportasi dan iuran lainnya.

* Pos Gaya Hidup
Hiburan memang dibutuhkan untuk membuat pikiran fresh kembali setelah bekerja keras. Jadi, sebaiknya memang ada alokasi dana untuk menonton di bioskop, membeli buku baru, baju baru atau liburan bersama keluarga. Namun, pengalokasian dananya harus disesuaikan juga dengan kebutuhan lain yang lebih penting. Masukkan porsi gaji bulanan Anda sebesar 15 persen untuk pos energy boost ini

Sunday, September 02, 2012

ada apa dengan uang??

Tak semua orang bisa mengelola uang dengan baik. Banyak di antara kita yang tak punya tabungan, tak punya dana darurat, dan tenggelam dalam tumpukan utang. Kami bertanya pada pengusaha dan blogger finansial Fitz Villafuerte: apa kesalahan utama kita, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya?


1. Kita memprioritaskan pengeluaran daripada simpanan sehingga tidak menyisakan apapun.

"Setiap mereka mendapatkan gaji mereka, mereka biasanya membelanjakan terlebih dahulu, dan kalau ada sisanya, itulah yang akan mereka tabung," kata Fitz Villafuerte. "Pada umumnya, tidak ada yang tersisa pada akhir bulan."

Solusi: Balik prosesnya. Pertama pisahkan sebagian dari gaji Anda untuk menabung, kemudian silakan habiskan sisanya. Villafuerte juga merekomendasikan untuk minta HRD perusahaan Anda untuk membantu: "Kamu bisa mendebet tabungan Anda secara otomatis. Minta HRD Anda untuk mengirimkan sebagian dari gaji Anda ke rekening lain di bank penggajian (payroll) kantor Anda." Metode proaktif ini membuat menabung tidak begitu menyusahkan. "Dengan begitu Anda tidak merasa kalau Anda menabung," kata Villafuerte. "Kamu tidak merasa bersalah jika menghabiskan apa yang tersisa. Menabung terasa lebih ringan dan menguntungkan."

2. Kita berinvestasi sebelum membuat dana darurat.

Villafuerte mengamati kalau kesalahan kedua yang sering dilakukan orang ketika mereka mendapatkan uang ekstra adalah berinvestasi sebelum mereka menyisihkan sebagian untuk dana darurat. "Mereka tidak menggunakannya terlebih dahulu untuk menyiapkan dana darurat," katanya. Dana darurat adalah fondasi dasar dari portfolio setiap orang, yang jumlahnya adalah: uang senilai enam kali biaya pengeluaran bulanan rumah tangga Anda, disimpan untuk kebutuhan darurat.

Solusi: Villafuerte merekomendasikan memiliki dana tersebut sebelum Anda menginvestasikan uang Anda. Bukannya dia tidak menganggap penting untuk membuat uang Anda bertambah, namun seperti masalah sebelumnya, masalah yang akan dihadapi ini adalah sesuatu yang merupakan prioritas. "Biaya rumah sakit, perbaikan mobil atau rumah yang mendadak tidak bisa Anda kesampingkan." Tanpa adanya dana darurat, kamu akan mencari utang atau mencairkan investasi Anda dengan segera.

3. Kita menghindari bursa saham.

Villafuerte menganggap bursa saham disalahartikan banyak orang. "Ketika Anda berbicara mengenai bursa saham, orang berpikir mengenai perdagangan saham, dan mereka jadi ketakutan, karena mereka pikir itu seperti berjudi," jelasnya. "Itu alasan mengapa hal itu kurang diberdayakan sebagai kendaraan investasi."

Selalu ingat: Perdagangan saham hanya merupakan sebagian kecil dari bursa saham. "Terdapat juga investasi bursa saham, yang lebih berupa jangka panjang," papar Villafuerte. "Jika warga lebih terdidik mengenai investasi [mengenai membeli saham atau menahannya untuk lima sampai tujuh tahun] Anda akan melihat kalau Anda mendapatkan lebih banyak dibandingkan jika Anda hanya menaruh uang Anda di deposito berjangka."

Namun Vilafuerte tidak mau memberikan nasihat mengenai bursa saham. Ia lebih memilih untuk mereferensikan brokernya: "Mereka menawarkan seminar gratis mengenai investasi bursa saham." Terdapat banyak masukan berkualitas di luar sana — namun Anda harus teliti mengenai hal itu.

4. Kita mendapatkan saran finansial dari orang yang salah.

Villafuerte telah melihat ini terlalu sering — pengusaha baru yang bertanya kepada temannya untuk nasihat bisnis gratis dan kena batunya. "Kita suka mengambil jalan pintas," tambahnya. "Mereka tidak melihat segala hal dari segi bisnis; mereka tidak bertanya kepada seorang pengusaha, 'bagaimana Anda menjalankan bisnis Anda?' jadi hal itu meningkatkan resiko kegagalan mereka."

Selalu ingat: Ada alasannya mengapa informasi tertentu gratis dan mudah didapatkan, kata Villafuerte: "Karena hal itu bukanlah nasihat terbaik yang bisa Anda dapatkan." Informasi bisnis yang berkualitas lebih sulit didapatkan. Ia teringat pada teman-temannya yang ingin berbisnis laundry dan meminta nasihatnya.

"Aku mengatakan kepadanya mengenai seminar operasi toko laundry di Nagoskwela: 'Kenapa kamu tidak hadir disana? Kamu akan mendapatkan nasihat dari orang-orang yang mengetahui bisnis itu.'" Temannya itu tidak menanggapi ide tersebut.

"Untungnya bisnisnya tidak hancur, namun memerlukan tiga tahun sebelum bisnis itu stabil." Dibandingkan dengan temannya yang lain yang menghadiri seminar laundry itu. "Ia menghadiri seminar toko laundry itu -- tokonya baru dibuka baru tiga bulan, namun sudah stabil," kenang Villafuerte. "Dari situ Anda dapat melihat perbedaannya: meminta nasihat mengenai uang, bisnis, atau investasi, dari orang yang cuma Anda kenal, dibandingkan mendapatkannya dari orang yang memang ahli di bidang itu."