ibu,
terlalu banyak kenangan yang kita lalui bersama
dan aku takut pelan-pelan semuanya akan memudar
dan bahkan musnah dari ingatan seiring berjalannya waktu
meskipun dirimu tetap bertahta di hati kami
inilah caranya menyimpan kenangan itu
yang dapat menjadi pengobat rindu ketika rindu melanda
Saturday, September 17, 2016
Back to Writing..... New Zone
Sudah lama meninggalkan aktifitas menulis di blog ini, ternyata sekali-kali dibuka jadi pengen nulis lagi yaaa,,..
Ketika menulis ini, saya sudah sedang di luar ZONA AMAN yang biasanya.
ALHAMDULILLAH
Tiga tahun yang lalu saya sangat mengharapkan posisi ini, DOSEN MAGANG DIKTI
tapi apa daya masa itu saya belum dapat melengkapi syarat utamanya Harus Punya NIDN
sama halnya dengan tahun berikutnya, masih dalam proses pengusulan NIDN
Alhamdulillah, Sang Maha Kuasa mengabulkan do'a saya di tahun ketiga, saya mengetahui program ini
Saya terpilih dari ratusan pendaftar, satu-satunya dari Perguruan Tinggi tempat saya bertugas
Dikarenakan setiap Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia hanya mendapatkan satu perwakilan
Mendapatkan teman baru dari seluruh Indonesia,
Belajar lagi arti kebersamaan, perbedaan, saling menghargai, kekeluargaan
dengan tujuan yang sama, belajar dan mendapatkan ilmu serta memperluas jaringan silaturrahim
tidak hanya sesama peserta, tetapi juga DOSEN PEMBINA yang luar biasa
Terdapat enam Perguruan Tinggi PEMBINA
Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor
Saya, Rini Sulastri (Banda Aceh) beserta sepuluh peserta lainnya, Nisah Ayu Siregar (Tapanuli Selatan), Asrina Mulyati (Padang), I Dewa Ayu Eka Pertiwi (Bali), Harfiandi (Banda Aceh), Fajri Habibi (Lampung), Andes Safarandes Asmara (Karawang), Ratnawati (Ciamis), Fahrudin Muhtarulloh (Cirebon), Aswasulasikin (Lombok), Pipit Aprilia Susanti (Ternate) di tempatkan di UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA dengan dosen pembimbing Ms. Tsurroyya dan Mrs. Mila yang luar biasa hebat pengalaman dan karirnya.
Ketika menulis ini, saya sudah sedang di luar ZONA AMAN yang biasanya.
ALHAMDULILLAH
Tiga tahun yang lalu saya sangat mengharapkan posisi ini, DOSEN MAGANG DIKTI
tapi apa daya masa itu saya belum dapat melengkapi syarat utamanya Harus Punya NIDN
sama halnya dengan tahun berikutnya, masih dalam proses pengusulan NIDN
Alhamdulillah, Sang Maha Kuasa mengabulkan do'a saya di tahun ketiga, saya mengetahui program ini
Saya terpilih dari ratusan pendaftar, satu-satunya dari Perguruan Tinggi tempat saya bertugas
Dikarenakan setiap Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia hanya mendapatkan satu perwakilan
Mendapatkan teman baru dari seluruh Indonesia,
Belajar lagi arti kebersamaan, perbedaan, saling menghargai, kekeluargaan
dengan tujuan yang sama, belajar dan mendapatkan ilmu serta memperluas jaringan silaturrahim
tidak hanya sesama peserta, tetapi juga DOSEN PEMBINA yang luar biasa
Terdapat enam Perguruan Tinggi PEMBINA
Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor
Saya, Rini Sulastri (Banda Aceh) beserta sepuluh peserta lainnya, Nisah Ayu Siregar (Tapanuli Selatan), Asrina Mulyati (Padang), I Dewa Ayu Eka Pertiwi (Bali), Harfiandi (Banda Aceh), Fajri Habibi (Lampung), Andes Safarandes Asmara (Karawang), Ratnawati (Ciamis), Fahrudin Muhtarulloh (Cirebon), Aswasulasikin (Lombok), Pipit Aprilia Susanti (Ternate) di tempatkan di UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA dengan dosen pembimbing Ms. Tsurroyya dan Mrs. Mila yang luar biasa hebat pengalaman dan karirnya.
Saturday, February 14, 2015
Ibu, kami rindu
ibu,
kami rindu dengan semua yang ada pada dirimu
tawa, canda, nasehat, marahmu, diammu, senyummu, semuanyaa
kami bangga dirimu pergi setelah melihat
tiga dari kami yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan
dengan kerja kerasmu,
dirimu seorang diri dalam melakukan semua hal yang luar biasa ini
hanya Sang Maha Cinta yang selalu engkau harapkan dan menjadi tumpuanmu
dalam segala keadaan
ilmu, ilmu dan ilmu
ibu,
engkau diam dan menahan rasa itu sendirian
padahal dirimu sangat merindukan hadirnya kami, anak-anakmu
di sampingmu
menemanimu di masa tuamu
berbagi kisah dan cerita, menjaga dan merawatmu di kala engkau lemah
dan membutuhkan kami sebagai penyemangat hidupmu
tapi...
dirimu diam dan mengalah
demi mengharapkan kesuksesan dan kebahagiaan kami, anak-anakmu
kami egois,
tapi kami tidak bermaksud demikian
kami hanya sedang menaiki tangga kesuksesan itu
supaya dapat membahagiakanmu dan berharap dirimu dapat merasakannya
ibu, terlalu banyak angan yang sudah dirangkai
bersamamu di masa depan
indah,
terlalu indah untuk dirasakan hanya dengan bersamamu.
kami rindu dengan semua yang ada pada dirimu
tawa, canda, nasehat, marahmu, diammu, senyummu, semuanyaa
kami bangga dirimu pergi setelah melihat
tiga dari kami yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan
dengan kerja kerasmu,
dirimu seorang diri dalam melakukan semua hal yang luar biasa ini
hanya Sang Maha Cinta yang selalu engkau harapkan dan menjadi tumpuanmu
dalam segala keadaan
ilmu, ilmu dan ilmu
ibu,
engkau diam dan menahan rasa itu sendirian
padahal dirimu sangat merindukan hadirnya kami, anak-anakmu
di sampingmu
menemanimu di masa tuamu
berbagi kisah dan cerita, menjaga dan merawatmu di kala engkau lemah
dan membutuhkan kami sebagai penyemangat hidupmu
tapi...
dirimu diam dan mengalah
demi mengharapkan kesuksesan dan kebahagiaan kami, anak-anakmu
kami egois,
tapi kami tidak bermaksud demikian
kami hanya sedang menaiki tangga kesuksesan itu
supaya dapat membahagiakanmu dan berharap dirimu dapat merasakannya
ibu, terlalu banyak angan yang sudah dirangkai
bersamamu di masa depan
indah,
terlalu indah untuk dirasakan hanya dengan bersamamu.
40th day Ibunda tercinta
Kamis, 22 Januari 2015 @Lab. Matematika UIN Ar-raniry #ngawas.ujian
Malam ini, tak terasa sudah 40 hari berlalu
tanpa tatapan, pesan, dan alunan suara dari bibirmu
hampa.
biasanya setiap malam engkau kirimkan pesan dan nasehat
yang tak bosan-bosannya engkau ingatkan kami, anak-anakmu
yang jauh dari pandangan matamu
demi karir dan masa depan yang engkau persiapkan
tapi untuk apa karir,
jika dirimu tak dapat mencicipi jerih payahmu sendiri
tersadar dan tak perlu disesali
inilah takdir,
inilah yang terbaik bagimu dan bagi kami
dan inilah titipanmu kepada kami, anak-anakmu
dengan berbekal ilmu dan pendidikan yang engkau utamakan
pendidikan agama yang selalu dijunjung
semoga kami dapat menjadi kebanggaanmu, ayah dan ibu
kesuksesan kami adalah sebagian besar karena kalian, ayah dan ibu
karena kemurahan dan kebesaran hatimu
dalam mendidik dan membimbing kami
serta izin dan restu dari Sang Maha Pencipta
maka,
buah dari hasil yang ditanam ini adalah milikmu
selalu dan selalu akan menjadi milikmu
untukmu ibu dan ayah,
walaupun dunia kita telah berbeda
tapi doa kami akan selalu ada di setiap sujud kami, anak-anakmu
Malam ini, tak terasa sudah 40 hari berlalu
tanpa tatapan, pesan, dan alunan suara dari bibirmu
hampa.
biasanya setiap malam engkau kirimkan pesan dan nasehat
yang tak bosan-bosannya engkau ingatkan kami, anak-anakmu
yang jauh dari pandangan matamu
demi karir dan masa depan yang engkau persiapkan
tapi untuk apa karir,
jika dirimu tak dapat mencicipi jerih payahmu sendiri
tersadar dan tak perlu disesali
inilah takdir,
inilah yang terbaik bagimu dan bagi kami
dan inilah titipanmu kepada kami, anak-anakmu
dengan berbekal ilmu dan pendidikan yang engkau utamakan
pendidikan agama yang selalu dijunjung
semoga kami dapat menjadi kebanggaanmu, ayah dan ibu
kesuksesan kami adalah sebagian besar karena kalian, ayah dan ibu
karena kemurahan dan kebesaran hatimu
dalam mendidik dan membimbing kami
serta izin dan restu dari Sang Maha Pencipta
maka,
buah dari hasil yang ditanam ini adalah milikmu
selalu dan selalu akan menjadi milikmu
untukmu ibu dan ayah,
walaupun dunia kita telah berbeda
tapi doa kami akan selalu ada di setiap sujud kami, anak-anakmu
Wednesday, February 04, 2015
Ibunda,...
Hari ini tepat 53 hari berlalu setelah kepergianmu,
rindu akan semua dari dirimu
nasehat, senyuman, dan candaanmu
dan kepergiannmu telah menguburkan sebagian rencanaku bersamamu
di masa depan
tapi,
kami ikhlas dirimu pergi karena memang Dia lebih mencintaimu
Dia lebih menginginkan dirimu bersama-Nya
dirimu pergi dengan tenang dan khusnul khatimah
tanpa meninggalkan duka dan beban
kenangan bersamamu tak kan tergantikan
tak kan pernah hilang dalam hati dan pikiran
dengan ijin dari-Nya
bersyukur dijodohkan untuk dilahirkan melalui rahimmu
merasakan hangatnya kasih sayang yang berlimpah
memanjakan kami, anak-anakmu
Dirimu, ibunda tercinta
tidak pernah mengeluh dengan sikap kami
yang terkadang membuatmu lelah, dan mungkin kecewa
tetapi selalu nasehat dan pesan yang keluar dari bibirmu
maafkan kami, jika pernah membuatmu terluka, tersinggung
bahkan menjadi beban dalam hidupmu ketika dirimu masih bersama kami
doakan kami dapat membahagiakan dan membanggakan dirimu dunia dan akhirat
rindu akan semua dari dirimu
nasehat, senyuman, dan candaanmu
dan kepergiannmu telah menguburkan sebagian rencanaku bersamamu
di masa depan
tapi,
kami ikhlas dirimu pergi karena memang Dia lebih mencintaimu
Dia lebih menginginkan dirimu bersama-Nya
dirimu pergi dengan tenang dan khusnul khatimah
tanpa meninggalkan duka dan beban
kenangan bersamamu tak kan tergantikan
tak kan pernah hilang dalam hati dan pikiran
dengan ijin dari-Nya
bersyukur dijodohkan untuk dilahirkan melalui rahimmu
merasakan hangatnya kasih sayang yang berlimpah
memanjakan kami, anak-anakmu
Dirimu, ibunda tercinta
tidak pernah mengeluh dengan sikap kami
yang terkadang membuatmu lelah, dan mungkin kecewa
tetapi selalu nasehat dan pesan yang keluar dari bibirmu
maafkan kami, jika pernah membuatmu terluka, tersinggung
bahkan menjadi beban dalam hidupmu ketika dirimu masih bersama kami
doakan kami dapat membahagiakan dan membanggakan dirimu dunia dan akhirat
Subscribe to:
Posts (Atom)