Wednesday, July 31, 2013

Rumus Mencapai Kebahagiaan


Selama berabad-abad para ahli di seluruh dunia berusaha mencari cara bagaimana mencapai kebahagian. Dan kini sudah ada satu orang yang telah menemukan cara tersebut lewat sebuah rumus.
Berbagai penelitian tentang apa yang membuat orang merasa bahagia telah menyebabkan Dr. Todd B. Kashdan, Ph.D., psikolog klinis dan profesor psikologi di George Mason University, Virginia, AS, berhasil menemukan rumus bagaimana cara mencapai kebahagian. Ia menyebutnya rumus Feel Good Formula.
Dalam rumus Feel Good Formula tersebut terdapat 6 faktor dan bila disatukan dalam kombinasi yang tepat, akan membuat jiwa seseorang merasa bahagia.
Rumus Feel Good Formula dari Dr. Kashdan adalah
(Mx16 + Cx1 + Lx2) + (Tx5 + Nx2 + Bx33). Apa arti dari M, C, L, T, N, dan B?

M: live in the Moment (nikmati hidup/ nikmatilah hari-hari Anda) yaitu merasakan dan menghargai segala suara, bau, pemandangan, dan segala kondisi lingkungan yang Anda lihat sehari-hari. Lakukan setiap saat mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur (16 jam).

C: be Curious (jadilah selalu ingin tahu) yaitu berani mengeksplorasi hal-hal misterius dan rumit dari kehidupan kita sehari-hari. Lakukan sekali sehari.

L: do something you Love (lakukan sesuatu yang Anda sukai) yaitu jika ada suatu aktivitas penting yang Anda sukai dan sekiranya bisa meningkatkan taraf hidup Anda maka lakukanlah sekali saat bekerja dan sekali saat tidak bekerja.

T: Think of others first (pikirkan orang lain lebih dulu) yaitu memberi perhatian kepada orang lain lebih dulu sebelum memikirkan diri sendiri. Berilah pujian, lakukan perbuatan baik, dan dengarkan orang lain bicara. lakukan minimal 5 kali sehari dan Anda akan segera merasakan betapa bahagianya bisa membuat orang lain bahagia.

N: Nurture relationships (peliharalah hubungan baik) yaitu luangkan waktu untuk pasangan, anggota keluarga, sahabat, atau teman 2 kali sehari. Para ilmuwan telah menemukan bahwa mereka memiliki hubungan yang erat dan signifikan dengan orang lain adalah orang-orang yang paling berbahagia di dunia.

B: and take care of your Body (jaga kesehatan tubuh Anda) yaitu berusaha selalu merawat kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat setidaknya 3 kali sehari dan berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Dr. Kashdan percaya bahwa rumus ini adalah resep yang sempurna untuk mendapatkan jiwa yang selalu bahagia. “Tidak ada rahasia tunggal untuk merasa bahagia, tetapi ketika 6 rumus tersebut digunakan dan diperhatikan, dalam dosis yang tepat, Anda akan berada pada zona bahagia,” terang Dr. Kashdan.
Steven Taylor, Direktur Pemasaran Transform Cosmetic Surgery di Inggris mengatakan, “Kami sangat senang memiliki sosok yang dihormati seperti Dr. Todd Kashdan yang terlibat pada sebuah kampanye yang mengusung tema Feel Good Campaign di Inggris. Kami berharap bahwa rumus Feel Good Formula dari Dr. Kashdan akan terus membantu meningkatkan semangat dan senyum di wajah masyarakat Inggris.”
Nah, itulah rumus agar Anda merasa selalu bahagia. Tertarik mencoba?

Thursday, July 25, 2013

Konsep Taaruf dalam Islam

Taaruf berasal dari bahasa Arab, secara harfiah maknanya adalah saling mengenal. Tetapi dalam penggunaan populer, taaruf sering berarti upaya saling mengenal antara dua calon pasangan yang akan mengikat diri dalam pernikahan. Teknisnya, taaruf adalah pertemuan antara calon suami dan calon istri untuk mengenal — baik fisik maupun sifat masing-masing.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)

Dalam Islam, pernikahan bukan semacam transaksi gelap dan tidak jelas — seperti orang membeli kucing dalam karung. Pasangan yang menikah justru harus saling mengenal dan saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dalil perlunya melihat calon istri/suami antara lain tiga hadits berikut ini.

“Apabila salah seorang di antara kamu hendak meminang seorang perempuan, kemudian dia dapat melihat sebahagian apa yang kiranya dapat menarik untuk mengawininya, maka kerjakanlah”. (HR Ahmad dan Abu Daud)

“Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bertanya kepada seseorang yang hendak menikahi wanita, “Apakah kamu sudah pernah melihatnya?” “Belum,” jawabnya. Nabi SAW bersabda, ‘Pergilah melihatnya dahulu.’” (HR. Muslim)

Mughirah bin Syu’bah RA berkata, “Aku meminang seorang wanita. Dan Rasulullah SAW bertanya padaku, “Apakah kamu sudah melihatnya?” Aku menjawab ‘Tidak.” Lalu beliau berkata, “Lihatlah dia karena melihat itu lebih dapat menjamin untuk mengekalkan kamu berdua.” (HR. Ibnu Majah)

Mughirah kemudian pergi rumah calon istrinya, tetapi tampaknya kedua calon mertua tidak suka. Si calon istri, yang mendengar dari dalam biliknya, kemudian berkata, “Kalau Rasulullah menyuruh kamu supaya melihat aku, maka lihatlah.” Mughairah pun melihatnya dan kemudian mengawini perempuan itu. (HR. Ibnu Majah)


Mazhab Hanafi, Maliki, Syafii dan sebagian Hambali menganggap melihat calon istri/suami adalah sunah — karena itulah perintah Nabi Muhammad kepada Mughirah. Sedangkan secara resmi, mazhab Hambali memandangnya sebagai sebuah kebolehan, bukan sunah (Musthafa Asy-Suyuthi Ar-Rahaibani, Mathalib Ulin Nuha fi Syarhi Ghayatil Muntaha, jilid 5 hal. 11).

Tentu saja, ada kaidah sesuai syariah yang harus dipatuhi saat taaruf. Apa saja? Ini dia:

1. Niat ingin menikahi
Hanya pria yang benar-benar berniat menikahi sang perempuan saja yang dibolehkan melihat. Sedangkan mereka yang cuma sekadar iseng-iseng atau coba-coba, padahal di dalam hati belum berniat menikahi, tentu tidak dibenarkan melihat.

Bahkan ulama Maliki, Syafii, dan Hambali mensyaratkan bahwa orang yang melihat calon istrinya sudah punya keyakinan bahwa wanita itu sendiri pun akan menerimanya.

Sementara mazhab Hanafi tidak mensyaratkan sampai sejauh itu, mereka hanya membatasi adanya keinginan untuk menikahinya saja, tidak harus ada timbal-balik antara keduanya (Al-Hathab Ar-Ra'ini, Mawahibul Jalil Syarah Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 405).

2. Tidak harus seizin wanita
Mughirah menemui calon istrinya spontan, tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Dari sini jumhur ulama berpendapat, tak ada ketentuan bahwa wanita mesti tahu sejak awal bahwa dia akan dilihat.

Sebagian ulama berpandangan sebaiknya sang wanita memang tidak diberitahu, agar dia tampil alami di mata yang melihat, sehingga tidak perlu menutupi apa yang ingin ditutupi.

Sebab kalau wanita itu mengetahui bahwa dirinya sedang dilihat, secara naluri dia akan berdandan sedemikian rupa untuk menutupi aib-aib yang mungkin ada pada dirinya. Maka dengan begitu, tujuan inti dari melihat malah tidak akan tercapai.

Namun mazhab Maliki berpendapat kalau pun bukan izin dari wanita yang bersangkutan, setidaknya harus ada izin dari pihak walinya. Hal itu agar jangan sampai tiap orang merasa bebas memandang wanita mana saja dengan alasan ingin melamar (Shalih Abdussami' Al-Abi Al-Azhari, Jawahirul Iklil, jilid 1 hal. 275).

3. Sebatas wajah dan kedua tangan hingga pergelangan
Jumhur ulama sepakat bahwa batasan yang boleh dilihat dalam taaruf adalah bagian tubuh yang bukan aurat.

Bila calon suami ingin melihat calon istrinya, maka dia hanya boleh melihat wajah dan kedua tangannya hingga pergelangan. Sedangkan bila calon istri ingin melihat calon suaminya, maka batasan auratnya adalah antara pusar dan lututnya.

4. Tidak boleh menyentuh
Yang dibolehkan hanya melihat bagian tubuh yang bukan aurat, sedangkan menyentuh, apalagi dengan nafsu justru dilarang.

5. Melihat berulang-ulang
Pria boleh melihat calon pasangan lebih dari sekali, sebab bisa saja penglihatan yang pertama akan berbeda hasilnya dengan penglihatan kedua, ketiga dan seterusnya.

Oleh karena itu, pada prinsipnya asalkan bertujuan mulia dan terjaga dari fitnah, dibolehkan melihat calon istri beberapa kali, hingga si pria betul merasa mantap dengan pilihan.

6. Tidak boleh berduaan
Sebagian kalangan ada yang dengan sangat ketat melarang calon pasangan untuk saling bertemu muka langsung. Alasannya karena takut nanti menimbulkan gejolak di dalam hati.

Padahal sebenarnya pertemuan langsung itu tidak dilarang secara mutlak. Apabila ada ayah kandung, atau laki-laki mahram yang ikut mendampingi, maka pertemuan yang bersifat langsung boleh saja dilakukan.

Pasangan itu bisa saja berjalan-jalan sambil bercakap-cakap, misalnya sambil berbelanja, berekreasi, atau melakukan perjalanan bersama. Yang penting tidak berduaan, dan pihak calon istri didampingi oleh laki-laki yang menjadi mahramnya.

Yang dilarang adalah posisi berduaan dan bersepi-sepi di tempat yang tidak ada orang tahu.

7. Mengirim utusan untuk melihat
Untuk hal-hal yang lebih dalam, terkait dengan aib dan cacat, apabila dirasa kurang etis untuk dibicarakan secara langsung, maka masing-masing pihak baik suami atau istri boleh mengirim utusan untuk melihat secara langsung.

Pihak calon suami boleh mengirim kakak atau adik perempuannya kepada pihak calon istri, untuk melihat hal-hal yang sekiranya masih haram dilihat langsung oleh calon suami. Sehingga detail keadaan fisik calon istri bisa diketahui oleh sang utusan.

Dan demikian pula sebaliknya, calon istri boleh mengirim kakak atau adiknya yang laki-laki untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang sang calon suami.

Wallahua'lam bishshawab
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc MA

Nyanyi dan Kemampuan Bahasa Inggris

Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Harvard University disebutkan bahwa bernyanyi memiliki manfaat kesehatan bagi paru-paru dan jantung, sekaligus mengurangi tidur mendengkur.
Baru-baru ini, hasil studi kembali menemukan manfaat unik lain dari bernyanyi, yaitu membantu seseorang lebih cepat belajar bahasa asing.

Tim peneliti dari Reid School of Music University memaparkan bahwa orang dewasa yang menyanyikan kata-kata atau frasa singkat dari bahasa asing, memiliki kemampuan dua kali lebih lancar mengucapkan bahasa asing.

Dikutip dari telegraph, Dr. Katie Overy selaku pimpinan penelitian menyatakan, “Kebanyakan orang memiliki pengalaman mengingat kata-kata dari lagu yang telah mereka dengar. Bahkan, lagu juga kadang-kadang digunakan oleh guru bahasa untuk mengajari anak kecil belajar.”
Studi ini dilakukan pada 20 orang dewasa. Mereka diminta mengikuti pembelajaran Bahasa Hungaria selama 15-20 melalui rekaman sebuah lagu. Kemudian para partisipan diminta untuk mengulangi kata-kata yang diperdengarkan dalam rekaman tersebut.

Hasilnya, lebih dari 60 persen partisipan dapat mengingat sekaligus mengucapkan kata-kata tersebut dengan benar. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Memory and Cognition.
Well, setidaknya penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada cara yang menyenangkan untuk belajar menguasai bahasa asing.

Friday, July 19, 2013

Miliarder Life

Jika Anda berpikir menjadi miliarder hanya butuh keberuntungan, Anda salah besar. Menjadi kaya dan sukses ternyata sangat erat dengan perilaku sehari-hari.
Memanfaatkan waktu dengan tepat, dari terjaga hingga tidur kembali, adalah salah satu kunci sukses para miliarder. Menurut perencana keuangan asal Amerika Tom Corley, banyak teladan yang bisa diambil dari keseharian para miliarder.
Corley yang menghabiskan waktu bersama 350 orang "kaya" dan "miskin" di Amerika mengamati ada perilaku yang berbeda dari dua kela s sosial tersebut. Dalam buku "Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individuals", Corley menyatakan perbedaan itu nampak dari sikap mereka sejak bangun hingga kembali tidur.
Jika Anda ingin menjadi miliarder, ini beberapa perilaku yang patut ditiru.
1. Bangun pagi
Menurut Corley, orang kaya berusaha mengambil kesempatan sepagi mungkin mereka bisa. Karena itu, 44 persen dari mereka biasa bangun tiga jam sebelum jam kerja, atau sekitar pukul 05.00. Pada jam-jam itu mereka berpikir, membaca koran atau majalah terbaru, membaca materi yang berguna sebelum kemudian mengaplikasikannya di kantor.
2. Jadwal yang ketat
Setiba di kantor, para miliarder langsung disodori sederet tugas dan jadwal yang ketat oleh sekretarisnya. Sebanyak 70 persen dari mereka biasa menyusun daftar kerja harian atau to-do list sendiri. Jarang yang mengedepankan rencana jangka pendek, karena mereka selalu berpikir untuk jangka panjang.
3. Istirahat sambil bekerja
Kalimat di atas memang membingungkan. Bagaimana cara beristirahat sambil bekerja? Namun kebanyakan orang kaya biasa melakukannya. Mereka biasa makan siang sambil membicarakan deal bisnis dengan mitra kerja serta memanfaatkan waktu senggang untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan.
4. Menjaga makanan
Siapa bilang orang kaya cuma doyan makan enak? Di Amerika, para miliarder ternyata dikenal sangat perhitungan dengan nilai gizi makanan. Mereka juga menjaga asupan alkohol dan makanan cepat saji dalam batas rendah agar tidak mempengaruhi kinerjanya.
5. Anti-gosip
Corley punya fakta menarik. Sebanyak 79 persen orang miskin senang bergosip. Namun hanya 6 persen dari orang kaya yang melakukannya.
Penulis: Peppy Ramadhyaz

Wednesday, July 17, 2013

Porsi Santap Sahur Ideal Agar Tubuh Berenergi Saat Berpuasa

Mengapa?
Dijelaskan oleh dr.Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK, hal ini sangatlah wajar mengingat cadangan energi atau glikogen yang tersimpan dalam tubuh manusia hanya bertahan 10 jam.
"Sementara kita puasa selama 14 jam. Tidak ada manusia yang mempunyai glikogen lebih dari 10 jam," ujar dr.Fiastuti saat ditemui TRIBUNnews.com dalam media gathering yang digelar Buavita di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (16/7/2013).
Untuk menyiasatinya, kata dr.Fiastuti, diperlukan asupan energi yang cukup, tidak kekurangan ataupun kelebihan.
"Untuk itu perhatikan porsi dan komposisi makanan saat sahur dan berbuka," ujar perempuan yang juga menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Pada dasarnya, total kalori yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa tetap sama dengan hari saat tidak berpuasa. Begitu pula dengan komposisi makanan.
"Yang berubah hanyalah jadwal makan dan porsi makanan. Cuma perlu trik-trik tertentu agar puasa terasa lebih nyaman," ujar dia.
Untuk sahur, tubuh memerlukan 40 persen dari total asupan makanan sehari. Porsi yang dianjurkan adalah makan besar 30 persen dan makan kecil, seperti takjil (dimakan sebelum imsak) sebesar 10 persen.
Pengonsumsian makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi dan roti gandum sangat disarankan saat sahur.
"Karbohidrat kompleks dapat membantu menahan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula agar tidak fluktuatif sehingga tidak cepat kantuk," kata dia.
Di samping itu, pemilihan makanan atau minuman manis juga perlu dicermati untuk menghindari hipoglisemia (rendah gula).
Sebagai penutup, minum tiga gelas air putih.
Sementara itu, porsi berbuka adalah sisanya yaitu 60 persen yang terdiri dari makanan manis 15 persen, makanan lengkap 30 persen, dan makanan kecil 15 persen.
Makanan manis yang biasa disebut takjil, seperti kurma dan kolak, cukup memegang peranan penting karena manfaatnya untuk mengganti kadar gula darah yang sudah turun selama berpuasa satu hari.
Setelah mengonsumsi makanan manis, ada baiknya jangan langsung makan besar. "Supaya saluran cerna dapat beradaptasi. Jadi, bisa diselingin dengan solat dulu," kata dr.Fiastuti.
Porsi makan ditambah minum lima gelas untuk melengkapi kebutuhan tubuh terhadap air yaitu delapan gelas sehari.
"Yang terpenting adalah jangan lupa untuk selalu menyertakan buah dan sayur pada menu sahur dan berbuka karena dapat membantu menahan rasa kenyang lebih lama," jelas dr.Fiastuti.